Awan Panas dan Lava Pijar Masih Terlihat dari Puncak Merapi
TEMPO Interaktif, YOGYAKARTA – Awan panas dan titik api atau lava pijarĀ terlihat membesar pada Senin (8/11) dini hari sekitar pukul 01.25 WIB di puncak Gunung Merapi. Keduanya meluncur berurutan.
Guguran lava pijar ini terpantau dari Manisrenggo, Klaten, sekitar 20 kilometer arah tenggara dari puncak Merapi. Pantauan serupa juga terlihat dari Posko Keputran, Kemalang. Suara mengelegar masih terdengar dari dalam perut Merapi.
Rentetan awan panas dan lava pijar juga diawali gempa vulkanik. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Surono mengatakan berdasarkan laporan hasil pemantauan aktivitas Merapi hingga pukul 06.00 WIB telah terjadi 31 kali gempa vulkanik.
“Intensitas gempa vulkanik tersebut meningkat cukup tinggi dibanding Jumat dan Sabtu. Pada Jumat (5/11) sama sekali tidak ada gempa vulkanik,” katanya, di Yogyakarta.
Kolom asap letusan setinggi enam kilometer berwarna kelabu condong ke barat terlihat dari Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, dan kilat terlihat dari Yogyakarta.
Status aktivitas vulkanik gunung berapi ini masih tetap “awas”, dan wilayah aman bagi pengungsi serta masyarakat adalah tetap di luar radius 20 kilometer.
WDA | ANT







